Hak Siar Piala Dunia 2014 di TV Berbayar Indonesia

Sabtu, 09 Maret 2013

Teka-teki akan TV berbayar mana yang akan mendapatkan hak siar Piala Dunia 2014 terjawab sudah. Bukan INDOVISION, bukan aora, bukan TelkomVision, bukan centrin TV, bukan Skynindo, Orange TV juga bukan. LIPPOVISION, bukan juga. TOPAS TV? Juga bukan. Lantas, TV berbayar mana yang memperoleh hak siar ajang paling bergengsi di jagad sepakbola dunia tersebut?
Rupanya, satu operator TV berbayar baru lagi. Namanya: VIVASky. Ini adalah operator TV berbayar terbaru yang dihadirkan oleh VIVA, induk dari antv, tvOne, dan portal berita daring viva. Operator TV berbayar baru ini belum beroperasi. Rencananya baru tahun depan akan memulai bisnis.
Kita mungkin masih ingat ketika hangat diperbincangkan tentang SPORTONE, channel terbaru yang akan secara khusus menayangkan olahraga. Pada saat itu disebutkan SPORTONE akan mengambil seluruh siaran olahraga dari tvOne dan pada akhirnya tvOne akan menjadi televisi murni berita. Ya, walaupun SPORTONE sudah akan meluncur, tapi tvOne tetap akan menyiarkan Piala Dunia 2014 bersama antv.
SPORTONE dijanjikan akan tayang akhir tahun ini, namun ternyata molor hingga tahun depan. Nampaknya, SPORTONE ini (entah bagian dari strategi bisnisnya atau bukan) “gagal” menemukan partner yang tepat untuk disinggahi. Ijinkan saya menyampaikan analisa saya dari bidang bisnis, sedikit saja.
Dulu, Bakrie Capital mengatakan bahwa pihaknya akan menawarkan hak siar Piala Dunia 2014 ke berbagai TV berbayar yang ada di Indonesia. Jika dilihat-lihat lagi, sebenarnya hal ini agak mustahil terjadi, karena selain antv dan tvOne, ada SPORTONE yang belum diluncurkan tapi sudah dipastikan akan mendapat lisensi yang sama. Walaupun saya sempat optimis kepada beberapa operator, tapi keoptimisan saya terjawab dengan jawaban yang berbeda.
Jika Bakrie Capital menawarkan hak siar ini ke MNC, menurut saya MNC pasti akan menolak karena di INDOVISION, OkeVision, dan top tv sudah ada MNC SPORTS 1 dan MNC SPORTS 2. MNC pasti akan menolak adanya SPORTONE di daftar saluran mereka, dan kedua MNC SPORTS tersebut tidak mendapatkan siaran Piala Dunia tersebut. MNC pasti tidak ingin saluran olahraganya dikalahkan pemain baru, SPORTONE.
Jika hak siar itu ditawarkan ke TelkomVision, menurut saya pastilah TelkomVision juga menolak. Tentunya TelkomVision tidak ingin saluran olahraga yang dimilikinya, ARENA, dikalahkan oleh pemain baru, SPORTONE. Alhasil, Hak Siar Piala Dunia Brazil tidak jatuh ke tangan TV berbayar yang induknya memiliki slogan “The World In Your Hand” itu.
Jikapun diberikan ke nexmedia, rasanya juga tidak mungkin terjadi. nexmedia punya GOL Channel, saluran khusus sepakbola. Bisa juga nexmedia tidak ingin GOL Channelnya tersaingi oleh SPORTONE. Kemungkinan yang lain yang juga bisa terjadi adalah Bakrie tidak menawarkannya ke nexmedia karena wilayah jangkauannya yang hanya di Jakarta saja.
Kalau ke operator lain, rasanya agak sulit. Menurut saya, yang mempunyai kesempatan paling besar adalah aora. Namun mengingat target aora yang menembak kalangan keluarga, agak mustahil rasanya aora akan mengambil hak siar itu. Apa lagi aora baru berinvestasi untuk merebut hak siar Liga Spanyol. Begitu juga centrin TV yang diklaim oleh wikipedia berafiliasi dengan aora. Orange TV juga pasti demikian. Skynindo juga menarget keluarga. TOPAS TV yang baru launching kemungkinan besar “kekurangan” dana, sedangkan LIPPOVISION pasti memiliki visi untuk membawa konten dari FiRsT MEDIA.
Dilihat dari sisi Bakrie sekarang. Kemungkinan besar juga akan sulit untuk Bakrie memberikan hak siar ini dengan mudah, karena Bakrie sudah mensyaratkan bahwa TV berbayar yang ingin memiliki hak siar Piala Dunia 2014 harus memasukkan SPORTONE ke dalam daftar salurannya. Maka dari itulah belakangan Bakrie mengumumkan bahwa pemilik hak siar Piala Dunia 2014 untuk TV berbayar diraih oleh VIVASky.
Apa yang akan dibawa oleh VIVASky ke pecinta sepakbola di Indonesia? Yang pasti, Piala Dunia 2014 yang hak siarnya sudah diperoleh. Itu saja? Tidak. VIVASky akan membawa 3 saluran SPORTONE di dalam daftar salurannya. Apa saja?
SPORTONE 1 akan membawa pertandingan yang sama dengan yang ditayangkan oleh antv dan tvOne, tapi VIVA mengklaim bahwa SPORTONE tidak hanya menayangkan yang sama, tapi lebih lengkap dengan menyiarkan pertandingan sejak 60 menit sebelum pertandingan dimulai dengan memperlihatkan ketika pemain sampai di stadion, suasana locker room, wawancara pemain dan pelatih, hingga warming-up pemain, serta diselingi riuh gempitanya penonton di luar dan di dalam stadion.
SPORTONE 2 akan membawa pertandingan yang sama dengan sudut yang berbeda. Di saluran ini SPORTONE 2 akan menayangkan gambar hanya dari satu kamera yang disebut spider-cam, yakni kamera yang digantung di atas lapangan dan dioperasikan secara robotik. Kamera itu dengan lincah bergerak mengikuti kemana pemain berlari dan bola bergerak. Jadi kita diajak menyaksikan laga dari atas, seolah-olah kita melayang di atas lapangan.
SPORTONE 3 akan membawa pertandingan yang sama juga, tapi dengan kualitas 3D. Ini yang diklaim oleh VIVA sebagai sesuatu yang dahsyat, sebab pemirsa merasa seperti menonton di pinggir lapangan, bahkan seperti ikut bermain, lebih meresapi setiap moment yang terjadi. Sebenarnya, pertandingan Piala Dunia Afrika Selatan 2010 sudah diproduksi dengan kualitas 3D, tapi hanya bisa disaksikan pemirsa televisi di Eropa.
Saya melihat bahwa antv sudah sangat sukses membawakan ISL selama bertahun-tahun. Saya juga melihat tvOne cukup sukses membawa Liga Inggris dan kemudian Liga Spanyol di layar kacanya. Dengan mengombinasikan keduanya, saya sangat berharap VIVA mampu membawa sesuatu yang bisa diingat di Piala Dunia 2014 nanti. Lebih lanjut, dengan hadirnya 3 saluran SPORTONE, semoga bisa memberi pengalaman berbeda bagi pemirsa TV di Indonesia.

Sumber :davenirvana

0 komentar:

Posting Komentar